Login Daftar Konfirmasi Pembayaran Blog

Resume Seminar Disiplin Kasih Sayang (Opening)

PARENTING IS ALL ABOUT WIRING

Pengasuhan adalah pengalaman dan pembiasaan. Mengapa tidak mudah? Karena :

1. tidak mudah untuk menyeimbangkan keunikan anak (setiap anak unik, penerimaan setiap anak pada metode parenting berbeda- beda), fleksibelitas (aturan yg dibuat kadang kencang kadang longgar), dan batasan tegas yg tidak jelas.Sebelum usia 7 tahun, anak akan patuh karena otak belum bersambungan. Diatas 7 tahun anak sudah menguji batasan.Buat penguatan tentang batasan sebelum usia 7 tahun, maka ketika dewasa batasan positif sudah tertanam baik.

V for Love. 

Ketatkan aturan ketika kecil, baik buruk, halal haram, sopan tidak sopan, dll.Pengasuhan akan lebih terkontrol dan berhasil JIKA yang melakukan pengasuhan adalah orang tua, bukan pembantu, baby sitter ataupun nenek. (Bu Elly selalu mengulang berkali-kali kalimat ini pada setiap seminar)

Pengasuhan berulang terus tertanam pada anak. Otak anak terdiri dari sambungan sambungan syaraf yang terus bertumbuh menjadi sambungan yang lebih kuat dan tetap. Bagaimana orang tua menyambung syaraf syaraf itu dengan pola asuh dan pembiasaan yang baik. Jika baik, maka yang tertanam dan adalah hal hal baik. Begitupula dengan pola asuh yang buruk. Anak yang terbiasa dicubit maka akan menjadi orang tua penyubit (contoh yang dibawakan bu Elly).


2. orang tua tidak tahu :

- Bagaimana cara yang tepat dan benar dalam mengasuh anak

- Kapan dan bagaimana mendisiplinkan anak

- Apa akibat jangka pendek dan panjang dari hasil pendisiplinan anak. (Hasil disiplin tidak nampak segera)


Orang tua hanya tau ilmu itu itu saja sesuai dengan pola asuh orang tua nya dahulu, (contoh) orang tua marah anak dipukul, Orang tua kesal anak dipukul, orang tua capek anak dimarahi, dst.


Maka, benahi diri sendiri dan membereskan pengalaman pengasuhan yang dahulu (inner child within) baru bisa mengasuh anak dengan lebih baik.


GAYA DISIPLIN POPULER

1. HukumanTujuan : Membuat anak menyesal dengan menyakitinya.


Apakah benar hukuman membuat anak bisa belajar dari kesalahan?

Apakah orang tua yakin kalau dengan hukuman anak tidak mengulangi kesalahan baik terang2an atau sembunyi-sembunyi?

 Apakah yang dirasakan anak? Menyesalkah, takut, marah, merasa tidak berarti?

Apakah dengan hukuman anak akan menjadi tau apa yang seharusnya ia lakukan?

Apakah jelas alasan orang tua benar2 menghukum karena kesalahan anak? atau hanya karena orang tua marah, lelah sepulang kerja, kecewa, takut khawatir atau bingung?


Akibat hukuman :

- Merusak harga diri

- Menyakiti secara fisik dan perasaan anak

- Takut kepada orang tua

- Berpotensi menjadi anak yang melawan orang tua

- Berbohong (agar bisa lepas dari hukuman)

- Melakukan sesuatu diam diam (mending kalo perbuatan baik, lah kalo narkoba diem diem gimana hayoooo!!!!)

- Tidak efektif jika terlalu sering digunakan (bentar2 pukul, bentar2 dicubit, bentar2 dikurung di kamar mandi)


*Hukuman BOLEH, asal DIBUAT PERATURANnya di awal dan DISEPAKATI KONSEKUENSInya*


2. HadiahTujuan :

- Mengajarkan anak mengharapkan bayaran untuk melakukan sesuatu bukan untuk bekerja sama

- Hadiah bukan sogokan!

- Hadiah tidak selamanya benda

- Harus sesuai usia

- Hadiah baik, tapi tidak untuk dilakukan terus menerus

- Hadiah tidak diawal


Akibat hadiah :

Anak menjadi lebih bertujuan mendapatkan hadiah daripada melakukan aktifitas yang diperintahkan. Hadiah berada di akhir, bukan di awal. Hadiah diawal adalah sogokan. Bu Elly memberikan contoh cerita mahfum tentang seseorang yang menyogok agar mempermudah pembuatan SIM. (hoooo, ternyata korupsi diawali dari pola asuh ini toh???)


3. Pukulan

ORANG TUA PERHATIKAN INI :

- Bayi yang dipukul sampai usia 12 bulan, nilai kognitifnya lebih rendah dari anak yang tidak dipukul sampai usia 3 tahun. 

- Anak yang dipukul sampai usia 3 tahun, pada usia 5 tahun cenderung lebih agresif

- anak lebih agresif = lebih sering dipukul = LINGKARAN SETAN!


Akibat pukulan :

- Pukulan tidak mengajarkan apa yang seharusnya anak lakukan, karena orang tua hanya melarang apa apa saja yang tidak boleh anak lakukan.

- Pukulan tidak efektif jika terlalu sering- Jika memang terpaksa melakukan, maka JELASKAN ALASAN LOGISNYA!

- Anak yang dipukul cenderung berperilaku menyimpang, frustasi, temper tantrum, gampang memukul orang lain. (CATET!)

- Jangan memukul anak jika hanya untuk menyakitinya, karena hanya akan membuat anak merasa "saya jelek/ saya tidak berguna/ saya tidak berarti."


4. PAKSAAN

Mengapa anak dipaksa untuk patuh? Hal ini akan membuat anak tidak bahagia, tertekan dan terpaksa.(catatan tentang poin ini terlewat. Maafkan sodara sodaraaaa)


Mengapa anak berperilaku tidak seperti yang diharapkan?

1. Anak belum mampu

2. MUNGKIN : anak cape, lelah, ngantuk, lapar, bosan, gerah, canggung atau sekedar cari perhatian

3. Anak ingin menguji orang tua (INI HOBI SETIAP ANAK... percaya deh!)

4. Aturan yang dibuat orang tua tidak jelas

5. Mereka di iming2in hadiah agar menjadi anak baik

6. Meniru orang tua

7. Merasa tidak berharga. ("Dasar anak nakal!!!" | 'terus kalo gue nakal emang kenapa? sekalian aja nakal!!') --> saya pernah ada di fase ini8. Melindungi dirinya (poin ini menarik, ketika bu Elly menjelaskan poin ini saya langsung flash back.)


Materi ini bu Elly bawakan beserta contoh-contoh NYATA. Anak usia SD yang memperkosa teman2nya (mungkin hanya adik perempuan nya yg belum). Phd yang tersiksa seumur hidupnya (karena paksaan orang tua, sd-smp-sma-kuliah-jurusan-pekerjaan-calon pasangan-pernikahan, SEMUA HAL orang tua nya yang mengatur), remaja yang berkali kali mencoba bunuh diri. Semua pasien bu Elly TIDAK BISA MELANJUTKAN PENGOBATAN JIKA ORANG TUA MEREKA TIDAK SEMBUH TERLEBIH DAHULU.


Langkah pertama, sadari dahulu kesalahan yang telah dibuat. Orang tua yang merasa selalu benar dan tidak mau mengakui kesalahan adalah benar benar orang tua yang GAGAL.Dengan kesadaran itu orang tua akan mulai mencari hal yang benar, MEMINTA MAAF atas kesalahan dan belajar untuk lebih baik lagi.


Pulang lah ke rumah dengan senyuman. Senyum membuat seratonin terproduksi. Seratonin dikenal sebagai kontributor untuk perasaan sejahtera atau bahagia. Jika perasaan senang, hilanglah lelah dan marah.


Kita adalah orang tua, tapi kita juga manusia.Jika kita mampu berbuat salah, maka kita juga pasti mampu meminta maaf...