Login Daftar Konfirmasi Pembayaran Blog

Manfaat Bermain Pasir

Aktifitas bermain anak sebagai cara untuk belajar, memang harus didukung. Salah satu cara adalah bermain pasir yang bisa mengembangkan tiga bidang pekembangan, yaitu fisik, kognitif dan sosial-emosi. 

Bayangkan tangan Anda sedang meremas-remas pasir. Tangan Anda dialiri pasir kering dan pasir basah. Kemudian Anda menciptakan berbagai bentuk dari pasir basah menggunakan cetakan berbagai bentuk: kupu-kupu, kelinci dan boneka salju. 

Tak hanya menyenangkan, permainan sensori ini sangat penting bagi perkembangan anak. Bermain pasir memberi peluang bagi anak untuk belajar konsep pengetahuan tentang basah dan kering serta isi. Bermain pasir membantu anak mengembangkan tiga bidang perkembangan: 

Fisik:
Memperkuat otot kecil ketika anak menyerok pasir dan menyendok air untuk membasahi pasir kering. Koordinasi mata–tangan, bekerja dengan alat dan menguatkan otot besar saat ia mengambil air menggunakan ember kecil. 

Kognitif:
Anak melihat perbedaan pasir basah dan pasir kering, menambah kosa kata tentang kering dan basah, kental dan encer.
Anak melihat jumlah pasir yang sama, punya bentuk berbeda bila dimasukkan ke dalam tempat berbeda.
Belajar sebab-akibat, apa yang terjadi bila pasir basah diberi pasir kering, ketika pasir basah ditambah air, ketika pasir basah dituang dari ember, dan sebagainya.

Sosial-emosi:
Bagi si 4 tahun, bermain pasir dan air memberi ide untuk bekerja bersama teman membangun menara pasir, dan istana pasir. Bermain pasir dapat menenangkan hati anak yang risau. Bermain pasir dapat menjadi sarana mengekspresikan perasaan dan pikiran.

Alat yang dibutuhkan:
Pasir bersih, sekop, ember, corong, aneka wadah.

Cara bermain:
1. Biarkan anak mengisi embernya dengan pasir sampai penuh kemudian menuangnya dengan cara membalikkan ember. Lakukan sambil berseru, “Isi, isi embernya…lalu tuang…”

2. Dengan pasir yang tersedia biarkan anak mencetak bentuk atau membentuk sendiri imajinasinya. Apakah itu gunung, benteng, dan sebagainya.

3. Sambil mencetak, orangtua bisa menjelaskan pada anak nama-nama bentuk yang sedang dicetak, misalnya kura-kura, kotak, bunga dan sebagainya. Latihan ini sekaligus untuk menambah perbendaharaan katanya.

Yang harus diperhatikan:
1. Pastikan kebersihan pasir. Serangga kecil, kotoran binatang atau benda-benda tajam seperti pecahan kaca bisa membahayakan anak.

2. Ingatkan anak untuk tidak mengelap tangannya yang penuh pasir ke mulut, hidung atau mata. Karena dikhawatirkan pasir akan masuk ke bagian-bagian tersebut.

3. Setelah selesai bermain, cuci tangan hingga bersih dengan sabun, atau lebih baik lagi kalau langsung mandi sehingga badan lebih segar.

4. Selama tak digunakan, pasir di rumah harus ditutup agar tidak menjadi tempat kucing, anjing, atau ayam membuang kotoran.

Selamat bermain!