Login Daftar Konfirmasi Pembayaran Blog

Bermain

Semua anak senang bermain, karena bermain adalah dunianya. Dari berbagai permainan, anak bisa belajar sambil bermain. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain, sangat diperlukan bimbingan dari orangtua. Berikut penjelasan mengenai berbagai manfaat yang diperoleh anak dari berbagai macam alat permainan, sebagai berikut :

Ayunan
ANAK BELAJAR

Kendali tubuh karena yang menggerakkan ayunan itu bukan hanya dorongan orang lain, tapi juga dari gerakan tubuh yang mengayun ke depan dan ke belakang. Cepat atau lambatnya gerak ayunan tergantung si kecil mengendalikan tubuhnya.

Keseimbangan. Sambil berayun–ayun dia harus belajar menemukan titik keseimbangan tubuhnya agar dia tidak jatuh dari tempat duduknya.

Konsep cepat dan lambat. Si kecil belajar bahwa semakin kuat dorongan membuat ayunan bergerak semakin cepat. Ketika dorongan melemah, gerak ayunan pun melambat.

BIMBINGAN ORANG TUA

1. Untuk permulaan, jangan mendorong anak terlalu keras apalagi dia belum siap. Ia bisa terpelanting dari ayunan.

2. Anak–anak kadang–kadang menguji kemampuannya dengan berdiri di ayunan. Jelaskan pada anak, ayunan hanya boleh di mainkan sambil duduk.

3. Tempat duduk ayunan hanya untuk satu anak. Ajarkan anak bahwa hanya boleh satu anak yang duduk di ayunan.

4. Minta anak untuk bergantian dengan anak lain yang ingin bermain, tidak menguasai ayunan itu terus–menerus. Atau bila dia bersama temannya, minta mereka saling bergantian mendorong ayunan.

5. Minta anak untuk turun dari ayunan bila sudah benar–benar berhenti. Jangan melompat dari ayunan yang sedang bergerak.

6. Saat bukan gilirannya main ayunan, minta anak menjauh dari anak lain yang sedang berayun–ayun agar ia tidak terbentur ayunan.

HATI–HATI!

· Untuk anak usia 1-2 tahun pilih ayunan yang berbentuk keranjang atau ada tali pengamannya, bukan yang hanya berupa papan kayu saja agar dia tidak mudah terjungkal dari ayunan.

· Pastikan ada jarak yang cukup antara ayunan yang satu dengan yang lain, setidaknya berjarak sekitar 50 cm untuk menghindari bertabrakan.

Jungkat-Jungkit
ANAK BELAJAR

Kerjasama karena permainan ini harus dimainkan oleh sedikitnya 2 orang yang saling bekerja sama menggerakkan papan untuk naik atau turun.

Kontrol tubuh untuk gerakan naik-turun jungkat-jungkit.

Melatih Otot Kaki saat kedua kaki bekerja mendorong agar jungkat-jungkit naik dan menahan saat turun agar tidak membentur permukaan tanah.

Prinsip fisika sederhana, yaitu tentang timbangan (ringan-berat) serta naik-turun.

BIMBINGAN ORANGTUA

1. Minta anak untuk berpegang erat pada pegangan yang tersedia selama bermain. Kedua kaki juga berada di samping tidak di bawah jungkat-jungkit.

2. Minta anak untuk duduk berhadap-hadapan, jangan membelakangi satu sama lin, atau berdiri di atasnya.

3. Jangan biarkan anak naik atau turun dari jungkat-jungkit saat masih bergerak.

4. Karena dimainkan berdua, sebaiknya cari anak yang berat badannya sepadan. Jangan menambah jumlah anak, terutama bila tempat duduknya memang hanya muat untuk satu anak saja.

HATI-HATI!

Untuk jungkat-jungkit tipe klasik, yang bentuknya seperti timbangan besi, pastikan ada penampang karet tebal di bawah tempat duduk untuk meredam jatuhnya papan duduk agar tidak menghantam langsung ke tanah.

Kolam Bola
ANAK BELAJAR

Kerjasama karena berdiri di antara bola-bola bisa membuatnya tidak stabil. Berusaha untuk tetap stabil berarti menjaga keseimbangan.

Mengenal warna primer dari bola merah, biru, kuning serta hijau.

Bersosialisasi karena permainan ni lebih seru bila dimainkan bersama-sama. Dia juga bisa bermain imajinatif, misalnya berkhayal berenang di laut.

BIMBINGAN ORANGTUA

1. Yakinkan anak tidak perlu takut tenggelam, kolam bola tidak seperti kolam air.

2. Minta anak bermain dengan anak lain untuk belajar berteman.

3. Usulkan si kecil bermain lempar-tangkap bola.

HATI-HATI!

· Ajak si kecil keluar dari kolam bila suasananya sudah terlalu ramai agar tidak terinjak atau berbenturan dengan yang lain.

· Selektif memilih tempat bermain kolam bola. Pastikan pengelola playground menjaga kebersihannya karena Anda tidak bisa melihat dasar kolam sehingga Anda tidak tahu apakah kolam tersebut bersih atau tidak. 


Monkey Bar/Palang Bersusun

ANAK BELAJAR

Kekuatan otot telapak tangan, lengan dan perut untuk menahan bobot tubuhnya.

Ketahanan karena anak harus kuat bergelantungan hingga palang terakhir. Si kecil juga belajar untuk mengatur nafasnya sehingga membuatnya bisa bertahan dan menyelesaikan permainan ini.

Berbagi karena mainan ini bisa dimainkan beramai-ramai.

Mengantri. Satu anak menyelesaikan permainan baru bisa dilanjutkan anak yang lain, tidak bisa dimainkan bersama-sama.

BIMBINGAN ORANGTUA

1. Anak yang bisa memainkan permainan ini adalah anak yang sudah bisa menjangkau sendiri palang-palang besi. Kemampuan menjangkau, sebagai indikator kekuatan otot tangan dan lengan.

2. Minta anak untuk menjangkau satu persatu setiap palang, agar tidak jauh karena tidak bisa menjangkau dua palang di depannya.

3. Bila ada anak lain yang ikut bermain, minta anak-anak untuk bergerak satu arah agar tidak saling bertabrakan.

4. Minta anak untuk memberi jarak kepada anak yang ada di depannya agar tubuh bisa mengayun ke palang selanjutnya.

5. Ingatkan anak untuk menekuk lututnya dan mendarat dengan kedua kakinya bila dia sudah mencapai ujung monkey bar.

HATI-HATI!

· Jangan biarkan anak memanjat ke atas monkey bar, berbahaya karena dia bisa terjatuh.

· Cek kondisi palang-palang tersebut, pastikan dalam kondisi baik, kokoh, tidak berkarat, dan tidak ada yang retak.

Perosotan
ANAK BELAJAR

Berani menghadapi ketinggian karena dia harus meluncur dari tempat yang tinggi.

Keseimbangan, saat anak menaiki tangga dan meluncur dari perosotan. Anak harus bisa menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terguling dan bisa sampai di ujung bawah perosotan dengan posisi tetap duduk tegak.

Sabar mengantri mendapatkan giliran untuk merosot. Perosotan harus dimainkan secara bergantian untuk menghindari tabrakan dengan anak lain, bila suasananya ramai. Ajarkan anak untuk menunggu agar anak lain yang meluncur sampai di bawah lebih dulu, sebelum giliran anak Anda.

Berbagi karena mainan perosotan adalah mainan yang bisa dimainkan beramai-ramai. Anda harus mau berbagi dengan anak-anak lain yang juga ingin ikut bermain.

Terowongan
ANAK BELAJAR

Berani. Suasana di dalam terowongan cukup menyeramkan bagi anak-anak karena agak gelap dengan sumber cahaya hanya berasal dari ujung terowongan, udara juga lebih dingin dan suaran jadi bergema. Dia harus berani maju terus karena ia tak mungkin bisa berbalik arah.

Sabar. Untuk melewati terowongan, anak harus merangkak sehingga butuh waktu lebih lama. Dibutuhkan kesabaran untuk sampai di ujung terowongan. Saat merangkak ini, kekuatan otot tangan dan kaki menjadi andalan sehingga otot di kedua bagian ini diperkuat.

Kesadaran spasial. Di dalam terowongan, anak harus bisa mengukur jarak antara tubuhnya dengan dinding di sebelah kanan-kiri-atas terowongan agar tubuhnya tidak membentur dinding terowongan. Kesadaran spasial ini juga dibutuhkan anak saat tidur, ketika ia bisa memperkirakan luas tempat tidurnya sehingga ia tidak jatuh dari tempat tidur.

BIMBINGAN ORANGTUA

1. Jangan paksa anak bila ia belum berani mencoba. Tanyakan mengapa dia takut masuk terowongan dan berikan alasan mengapa dia tidak perlu takut.

2. Bila anak belum pernah mencoba permainan ini, sebaiknya ajak dia mengamati dulu anak-anak lain yang berhasil melewati terowongan.

3. Karena Anda tidak bisa ikut ke dalam terowongan, bimbing anak dengan minta dia untuk mengikuti suara Anda. Anda siap menyambut si kecil di ujung terowongan.

HATI-HATI!

· Saat anak berada di dalam terowongan, jangan ditakut-takuti, misalnya dengan membuat suara-suara yang seram.

Karena terowongan tidak dirancang untuk ukuran orang dewasa, jangan ikut mencoba masuk ke dalam terowongan. (AB)
l